Papeda – makanan khusus untuk para menantu

Si Papa Mertua yang aseli Ambon, berkesempatan untuk menyajikan hidangan Papeda – makanan khas Ambon untuk para menantunya tercinta, termasuk saya & si Abang -suami kakaknya Ipar saya-.

Si Papa bawa sagunya langsung dari Ambon manise. Meskipun di Ambon sana katanya adalah makanan pokok -kata RPUL jaman saya SD- tapi nyatanya harganya lebih mahal dari beras biasa. Si Papa sudah menyimpan sagu tersebut dalam toples plastik besar *biasanya untuk kerupuk* direndam dalam air mineral dan diganti air rendamannya secara berkala. Warna sagu dari sana lebih bersih dan lebih putih daripada yang sekarang beredar di Jakarta. Menurut ibu mertua saya, susah banget nyari sagu bersih seperti ini di sini. Kalopun ada, warnanya agak kecoklatan karena kotor.

Berikut cara pembuatan Papeda, waktu itu live dengan Mama Mertua sebagai co-Chefnya :

  1. Panaskan air bersih di panci atau ketel sampai mendidih.
  2. Cuci bersih baskom/wadah untuk membuat papeda, pastikan tidak ada minyak di wadah tersebut. Karena sagu sangat sensitif, papedanya gagal kalau ternyata ada minyak di dalam proses ini. Setelah wadah ini kering, ambil sagu secukupnya, dibilas dan cuci dengan air. Saring hingga terpisah kotorannya. Ulangi beberapa kali dan usahakan air yang terdapat di sagu tersebut tidak terlalu banyak.
  3. Setelah sagu selesai di bersihkan, tuangkan air mendidih ke dalam sagu tersebut dan secepatnya aduk. Awalnya akan seperti bubur sumsum -putih susu-, tapi lama2 teksturnya menjadi seperti lem. Aduk terus sampai warnanya rata. Setelah itu diamkan & dinginkan kira2 10-15 menit.
  4. Setelah agak hangat, sagu dipindahkan dengan cara ‘digulung’ dengan sumpit khusus baru bisa dinikmati dengan ikan kuah kuning atau masakan berkuah lainnya. Si Sagu ini sebenernya ga ada rasanya, makanya harus dimakan dengan makanan lain.
  5. Cara makannya? Sedoooot dan telan langsung tanpa dikunyah. Kalau kita memperhatikan orang makan papeda, seperti dia menelan gel panjang. Saya aja sampai takjub melihatnya seperti yang diperagakan suami saya šŸ˜€

Ngomong2 tentang sagu, menurut Papa Mertua, sagu itu tinggi seratnya dan bagus untuk ginjal. Efek dari makan papeda adalah kita buang2 air kecil terus. Tapi intervalnya ga terlalu cepet sih, ya setengah jam sekali pasti ke WC. Menurut si Papa Mertua juga, ada beberapa daerah yang mengenal hidangan ini, antara lain Papua, Toraja & Ambon.

Advertisements

One Comment on “Papeda – makanan khusus untuk para menantu”

  1. What? makannya dg cara disedot..? hehehe… Jadi penasaran mbak…


Speak up your comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s